Senin, 28 November 2016

puisi religi

Suana Malam
oleh : Benny Suryo


Malam begitu gelap melintang
Bulan bertahta diatas langit menghitam
Bagaikan lampu tidur bercorak lubang
Bintang-bintang berterbaran
Menghiasi cerahnya awan malam

Walau sepi sayup-sayup melanda
Suara binatang malam saling bersautan
Bagaikan musik menggelora syahdu

Angin menerpa ranting bergoyang-goyang
Menusuk tulang yang masih rawan
Para nyamuk mengingatkan 
Ibadah malam sangat diperlukan

Maka usaha tiada berarti tanpa berdoa
hanya meminta tak cukup tanpa bekerja

Minggu, 27 November 2016

Puisi Sedih
Oleh : Benny Suryo

Hari demi hari kulalui 
Semua kan terasa menyakitkan di hati
Tuhan......

Setiap saat stiap waktu yang tersiakan 
sering ku lakukan kesalahan 
sering ku tak menghiraukan pelajaran
sering ku keluar tuk bermalas-malasan
sering ku langgar nasehat guru

tak hiraukan betapa keras ayah membanting tulangnya
tak pikirkan betapa lelah ibu mengapalkan kakinya 
tak perhatikan orang tua mencari uang demi seorang putra

tapi......
aku hanya bermalas-malas saja 
aku hanya menghabiskan sisa tenaga mereka
aku hanya buang jerih payah mereka

oh tuhan.......
kini baru kusadari
betapa bodohnya aku 
betapa tak bergunaya aku
betapa kejamnya diriku

ampunilah aku tuhan.......

kan ku sampaikan beribu maaf pada mereka
kan sampaikan  rasa sesalku pada mereka
kan ku hapus air mata mereka
ku kan pulang menemui mereka

tapi......
mengapa ada bendera kuning pertancap disana
mengapa orang-orang menangis tersedu-sedu
mengapa ada jasad disana

tuhan apa aku durhaka 
apa aku ini pantas masuk neraka 
apa aku pantas menerimasemua 

kini ayah  telah tiada 
maafkan semua kesalahanku 
maafkan semua kekhilafanku 
kan sampaikan kebaikan dalam doaku 

ya allah yailahirobbi 
tempatkan beliau di tempat terbaikmu

amin.........